sore sekitar pukul 17.00 WIB, puluhan warga Perumahan Griya Manunggal Indah, Jalan Manunggal, Kecamatan, Tampan mendadak heboh begitu mengetahui pria lajang bernama Parizal (24) ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya Blok C no 3. Penemuan jasad korban pertama kali oleh pengantar air galon yang kemudian diberitahukan kepada tetangga korban, Asril (40) langsung membuat warga sekitar perumahan tersebut gempar, dan memberitahukan kepada pihak kepolisian Polsek Tampan. Tak lama berselang, jajaran Polsek Tampan langsung menuju tempat kejadian peristiwa (TKP) untuk melakukan olah TKP. Tetangga korban, Asril kepada sejumlah wartawan mengatakan, sangat terkejut begitu mengetahui tetangganya Farizal telah meninggal. Padahal, sehari sebelumnya (Selasa-red), ASril sempat melihat korban seperti orang yang sedang mengalami sakit. " Terakhir saya melihat korban kemarin. Kalau bertemu, saya tidak pernah ngobrol sama dia, paling kalau ketemu hanya senyum aja. Waktu itu kondisi korban saya lihat agak lesu seperti sedang sakit," ucapnya. Dijelaskan Asril, mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang tukang galon yang setiap hari mengantar air galon ke rumah korban. "Kalau tidak salah, yang tahu pertama tukang air tapi saya tidak tahu namanya. waktu itu dia sedang mengantar air galon ke rumah korban. Tapi setelah dipanggil beberapa kali korban tidak menjawab, tukang air itu lalu memeriksanya. Saat diperiksa ke rumahnya, dia melihat motor korban masih ada. Merasa curiga akhirnya dia memberitahu warga sekitar. Akhirnya, bersama warga sekitar lainnya, tukang air tersebut kemudian mencoba masuk ke rumah korban. Setelah masuk ke rumah korban ternyata warga menemukan korban terbaring di ruang tamu dalam keadaaan tidak bernyawa lagi," jelasnya Sementara itu tetangga lainnya, Asmawati (36) juga menuturkan, selama ini korban hanya tinggal sendiri di rumah tersebut dan korban sangat pendiam terhadap tetangganya yang lain," tambahnya. Kapolsekta Tampan Kompol Rusdel Firdaus ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kematian korban. "Kita masih selidiki kepastian penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah korban tidak dapat kita visum karena pihak keluarganya menolak untuk dilakukan visum," tutupnya.



0 komentar:
Posting Komentar