Minggu, 02 Oktober 2011
Bisnis Asuransi Di Indonesia Masih Rendah
Posted by Blogger Indonesia on 08.02. Bisnis - No comments
Walaupun ada iklan Adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia Perkembangan bisnis asuransi di Indonesia tergolong masih rendah ditandai dengan masyarakat yang masuk asuransi baru 3,6 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 237 juta jiwa.
“Minat masyarakat masuk asuransi memang masih rendah,” ungkap Fibriyani Elastria, Vice President Corporate Branding, Marketing and Communication Sequislife kepada wartawan di Medan kemarin. Sequislife menggelar roadshow dan pameran di Sun Plaza Medan hingga Minggu (2/10).
Ia menyebut jumlah pemegang polis sendiri masih di level satu persen dibanding jumlah penduduk Indonesia saat ini. Artinya, orang yang sudah sadar akan asuransi ternyata jumlahnya masih sangat sedikit sekali karena satu nasabah umumnya bisa mempunyai 8-9 polis dari berbagai perusahaan asuransi.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai asuransi, bahkan beberapa orang mempunyai pengalaman buruk mengenai asuransi seperti agen asuransi yang terkesan terlalu ‘memaksa’ atau sejumlah klaim yang tidak terbayarkan karena tidak menjalankan prosedural klaim dengan benar.
Namun data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) itu juga menunjukkan saat seseorang mengerti manfaat asuransi maka mereka tidak segan-segan untuk memliki beberapa buah polis demi perlindungan yang pasti di masa depan.
Sekarang ini, jelasnya, orang bangga memeliki banyak kartu kredit, sementara tak satupun ada polis asuransinya. “Kalau saya, justru salut dan bangga orang yang memiliki banyak polis asuransi karena berarti mereka sudah paham betul tentang perlindungan masa depannya,” kata Fibriyani.
Ia menampik kalau dikatakan sedikitnya minat yang masuk asuransi karena ekonomi masyarakat yang masih lemah. Sebab kenyataan pendapatan perkapita masyarakat sekarang justru sudah membaik. Selain itu, dana untuk polis asuransi juga tidak terlalu mahal dan secara umum dapat dijangkau oleh masyarakat.
“Saya melihat masyarakat memang masih enggan masuk asuransi. Untuk itu perlu sosialisasi tentang asuransi secara menyeluruh,” katanya. Kurangnya edukasi kepada masyarakat mengenai asuransi, menggerakkan Sequislife untuk membuka paradigma baru tentang asuransi. Artinya, asuransi tidak hanya mengenai kematian, cacat atau sakit saja, namun berfungsi sebagai partner yang dapat membantu mempertahankan kestabilan standar gaya hidup meskipun sejumlah dana yang besar harus dikeluarkan untuk kebutuhan tertentu seperti persiapan biaya pendidikan anak.
Ia menambahkan Sequislife kini mengeluarkan produk baru tentang pendidikan. Sebab satu hal yang kadang tidak disadari adalah inflasi pada sektor pendidikan di Indonesia selama 10 tahun terakhir mencapai 10 persen per tahun. Hal ini tentu berpengaruh pada kenaikan biaya pendidikan dari tahun ke tahun.



Join The Community